Pewarna dispersi adalah pewarna non-ionik dengan kelarutan air yang rendah. Umumnya, pewarnaan dilakukan pada suhu dan tekanan tinggi. Untuk mencapai dispersi dan pewarnaan yang seragam, zat perata umumnya digunakan selama proses pewarnaan.
1. Pewarnaan lambat
Sifat pewarnaan lambat dari agen perata dapat menghambat pewarnaan instan pada tahap awal pewarnaan, yang merupakan faktor utama dalam memilih agen perata. Metode pengujian untuk pewarnaan lambat umumnya sebagai berikut:
(1) Bahan percobaan:
Contoh: kain poliester yang telah dibersihkan dan dimurnikan
Formula:
CI Disperse Oranye 30# 0.5% (OMF)
CI Disperse Merah 60# 0.5% (OMF)
CI Disperse Biru 79# 0.5% (OMF)
Agen perata xg/L
pH: 4.5
Rasio mandi: 1:20
(2) Proses Eksperimen:
Pewarnaan dengan larutan stok: pewarnaan pada suhu 40℃, pemanasan hingga 130℃ selama 30 menit dan pewarnaan selama 45 menit, pengambilan sampel enam kali pada suhu 90℃, 100℃, 110℃, 120℃, 130℃, 130℃×45 menit, dan setengah dari sampel dikurangi dan dibersihkan (bubuk asuransi 2g/L, NaOH 2g/L, 80℃×20 menit), bilas setengah lainnya dengan air keran selama sekitar 30 detik dan kemudian dehidrasi dan keringkan.
Pewarnaan cairan residu: Setelah setiap pengambilan sampel, ukur 40 ml cairan pewarna residu dan tambahkan 2 gram kain poliester untuk pewarnaan. Prosesnya sama seperti di atas.
(3) Evaluasi hasil:
Semakin seragam peningkatan warna antara sampel pewarnaan di setiap titik pengambilan sampel, semakin terang warnanya, yang menunjukkan bahwa efek pewarnaan lambat dari agen perata semakin baik.
2. Migrasi
Migrasi adalah proses di mana zat perata mendispersikan kembali bagian dengan konsentrasi pewarna tinggi pada kain yang diwarnai ke dalam bak pewarna, lalu mewarnai bagian tersebut dengan konsentrasi pewarna rendah. Migrasi merupakan fungsi penting dari zat pengoreksi warna pewarna pendispersi.
Mengenai properti transfer, metode berikut umumnya digunakan untuk pengujian:
(1) Bahan percobaan:
Kain poliester yang diwarnai: satu lembar kain merah (Un-se Red 0.5%) + kuning (Un-se Yellow 0.8%) + biru (Un-se Blue 0.5%) + kain poliester yang tidak diwarnai, empat lembar kain dijahit bersama pada satu sisi untuk membentuk satu kelompok.
Formula:
Agen perata xg/L
pH 4.5-5
Rasio mandi 1:20
(2) Proses Eksperimen:
Pewarnaan pada suhu 40℃, pemanasan hingga 130℃ selama 30 menit, dan pewarnaan transfer selama 60 menit, keluarkan sampel kain dan cuci dengan air, lalu keringkan.
(3)Evaluasi hasil:
Semakin dekat warna sampel dalam kombinasi setelah pewarnaan transfer, semakin baik efek pewarnaan transfer.
3. Penghapusan warna
Untuk zat perata pewarna dispersi atau zat pengoreksi warna, meskipun menghasilkan efek pewarnaan lambat dan pewarnaan transfer yang baik, semakin kecil eliminasi warna, semakin baik kinerja zat pembantu. Metode yang direkomendasikan untuk uji reduksi warna adalah sebagai berikut:
(1) Bahan percobaan:
Sampel: kain rajutan poliester 4g setelah perawatan penghilang lemak
Formula:
Agen perata xg/L
CI Disperse Biru 79# 0.05% (OMF)
pH: 4.5
Rasio mandi: 1:20
(2) Proses Eksperimen:
Pewarnaan pada suhu 40℃, pemanasan hingga 130℃ selama 30 menit, dan pewarnaan selama 60 menit, pencucian dan pengeringan setelah mengambil sampel kain.
(3) Evaluasi hasil:
Dengan menggunakan kekuatan sampel kain kosong (tanpa agen perata) yang telah diwarnai sebagai sampel standar, kekuatan warna dan perbedaan warna (DE) sampel kain yang telah diwarnai (juga dapat diamati secara visual) diukur di bawah berbagai agen perata (agen koreksi warna) dan kondisi dosis. Semakin tinggi kekuatannya, semakin kecil perbedaan warnanya, yang menunjukkan semakin kecil reduksi warna.
4. Dispersibilitas
Dispersibilitas juga merupakan salah satu syarat mutlak untuk zat perata zat warna dispersi yang baik. Dispersibilitas zat perata dapat mencegah zat warna menggumpal selama proses pewarnaan (umumnya, zat pendispersi ditambahkan selama produksi zat warna dispersi). Berikut ini adalah metode uji untuk dispersibilitas zat perata:
(1)Bahan percobaan:
Formula:
CI Disperse Merah 167# 1.0g/L
Agen perata xg/L
Nilai pH 4.5
Total volume cairan 100mL
(2) Metode Eksperimen:
Perlakuan panas larutan pewarna: Panaskan larutan pewarna hingga 130℃ selama 30 menit, lalu dinginkan hingga 70℃ dengan kecepatan 2℃/menit.
Filtrasi larutan pewarna: Pertama, panaskan corong Buchner dengan air panas 70℃ dan lap hingga kering dengan handuk. Kemudian, tumpuk kertas saring kualitatif kecepatan sedang di atas kertas saring kualitatif cepat, letakkan di dalam corong, nyalakan pompa vakum, dan tuangkan larutan pewarna 70℃ ke dalam corong. Ketika kertas saring berubah dari basah menjadi kering, itulah titik akhir. Keluarkan kertas saring, keringkan kertas saring bagian atas, dan evaluasi.
(3) Evaluasi hasil:
Amati secara visual endapan zat warna pada kertas saring. Semakin sedikit titik warna zat warna, semakin baik dispersinya.
Bacaan terkait:




